Latihan Mitigasi Bencana

          Latihan Mitigasi Bencana yang bisa juga disebut LATMINA merupakan kegiatan rutin tahunan KSR PMI Unit Unsoed,Latmina ini bertema “Increasing the spirit of volunteer in disaster mitigation and emergency response”. Acara latmina ini bermula dari pematerian dari tanggal 14 – 22 mei 2016, Pemateri ini bertempat di aula pkm Unsoed pemateri di isi oleh orang terlatih dari PMI kab. Banyumas. Dilanjutkan oleh dengan simulasi bencana pada tanggal 27 – 28 mei yang bertempat di Bumper Kendalisada, Sokarja. Yang di hadiri dan mensupport oleh teman-teman KSR cabang maupun dari PMI cabang kab.Banyumas.latmina
12 materi dasar tentang pengenalan bencana dan SAR adalah suatu acuan untuk menanggulangi bencana yang telah terjadi. Ada juga tugas yang akan dibagi untuk tiap relawan bencana yang terjun langsung ke lapangan dimana bencana tersebut terjadi. Tugas tugas tersebut memiliki peran penting, jadi jika 1 komponen dalam pembagian tugas hilang maka relawan yang terjun langsung ke tempat terjadinya bencana akan kesulitan.

Manajemen posko: adalah cara kita membangun sebuah posko utama untuk korban bencana sebagai tempat pengungsian untuk para korban berlindung dikala pasca terjadinya bencana.
Water sanitasi: mengatur banyaknya MCK yang akan di buat, dan pembuatan sumber air bersih dalam suatu tempat pengungsian. Manajemen ambulance: bagaimana kita belajar untuk mengatur sebagai tenaga penolong dikala seorang korban sedang dalam keadaan darurat didalam ambulance.
Triage: adalah mark atau tanda untuk korban yang menganut filosofi 4 warna dalam dunia medis, hijau berarti korban dalam keadaan sadar, aman dan masih memungkinkan untuk berjalan, kuning berarti korban sedang terluka mulai dari ringan hingga sedang, merah berarti korban sedang dalam keadaan darurat dan butuh pertolongan medis secepat mungkin, dan terakhir hitam berarti korban sudah meninggal dunia.
Dapur umum: penyedia supply makanan untuk para korban dan penolong, dapur umum akan membuat daftar menu yang akan diberikan kepada korban yang bergantung pada sumber daya yang ada.
Manajemen shelter: mengatur tempat dibangunnya tempat berlindung sementara untuk para korban juga membagi korban ke tiap tiap penampungan.
Evakuator: pasukan untuk mengamankan korban yang telah di tandai triage.
Logistik: bantuan yang datang dari warga sekitar maupun sumbangan dari luar daerah tempat terjadinya bencana diatur oleh logistik dan kemudian akan di distribusikan sesuai kebutuhan.
Restore Family Link (RFL): post tempat untuk melaporkan korban yang hilang atau mencari informasi korban ditemukan, RFL juga berfungsi untuk mengirim pesan antara keluarga dikala korban sedang berada di tempat penampungan agar tidak mempersulit pendataan nantinya.
Assessment: pusat informasi terkait seluruh kegiatan yang ada di posko maupun di luar posko dalam area bencana.latmina

Materi yang telah dijelaskan memang terdengar mudah tapi kenyataanya pada saat simulasi benar benar sangat berbeda dan rumit, tapi jika tiap tugas di jalankan dengan kerjasama yang sesuai maka tidak ada pekerjaan yang tidak mungkin. Tetap semangat anggota KSR PMI Unit UNSOED, always prepared for the worst…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s